- Pengertian Zat Adiktif dan Psikotropika
Zat adiktif adalah obat
serta bahan-bahan aktif yang apabila dikonsumsi oleh organisme hidup dapat menyebabkan kerja biologi serta menimbulkan
ketergantungan atau adiksi yang sulit dihentikan dan berefek ingin
menggunakannya secara terus-menerus yang jika dihentikan dapat memberi efek
lelah luar biasa atau rasa sakit luar biasa, atau zat yang bukan narkotika
dan psikotropika tetapi menimbulkan ketagihan. Contohnya seperti : kopi,
rokok, miras(alkohol), dll.
Psikotropika
adalah merupakan suatu zat
atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf
pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
- Dampak penyalahgunaan Zat Adiktif dan Psikotropika dalam kesehatan manusia
Dampak
tidak langsung
1. Akan banyak uang yang dibutuhkan untuk
penyembuhan dan perawatan kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat beracun.
2. Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan
orang baik-baik. Selain itu biasanya tukang candu narkoba akan bersikap anti
sosial.
3. Keluarga akan malu besar karena punya
anggota keluarga yang memakai zat terlarang.
4. Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat
dikeluarkan dari sekolah atau perguruan tinggi alias DO / drop out.
5. Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena
umumnya pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal.
6. Dosa akan terus bertambah karena lupa akan
kewajiban Tuhan serta menjalani kehidupan yang dilarang oleh ajaran agamanya.
7. Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita /
penjara yang sangat menyiksa lahir batin.
Dampak
langsung
1. Gangguan pada jantung
2. Gangguan pada hemoprosik
3. Gangguan pada traktur urinarius
4. Gangguan pada otak
5. Gangguan pada tulang
6. Gangguan pada pembuluh darah
7. Gangguan pada endorin
8. Gangguan pada kulit
9. Gangguan pada sistem syaraf
10. Gangguan pada paru-paru
11. Gangguan pada sistem pencernaan
12. Dapat terinfeksi penyakit menular berbahaya
seperti HIV AIDS, Hepatitis, Herpes, TBC, dll.
13. Dan banyak dampak lainnya yang merugikan
badan manusia.
- Penyebab penyalahgunaan Zat Adiktif dan Psikotropika
Penyebabnya
sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor :
1. Faktor individual
Kebanyakan
dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi,
psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri – ciri remaja yang mempunyai resiko
lebih besar menggunakan NAPZA :
a. Cenderung memberontak
b. Memiliki gangguan jiwa lain, misalnya : depresi,
cemas.
c. Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang
ada
d. Kurang percaya diri
e. Mudah kecewa, agresif dan destruktif
f. Murung, pemalu, pendiam
g. Merasa bosan dan jenuh
h. Keinginan untuk bersenang – senang yang berlebihan
i. Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode
j. Identitas diri kabur
k. Kemampuan komunikasi yang rendah
l. Putus sekolah
m. Kurang menghayati iman dan kepercayaan.
2. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan
lingkungan pergaulan baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun
masyarakat:
Lingkungan Keluarga
:
a. Komunikasi orang tua dan anak kurang baik
b. Hubungan kurang harmonis
c. Orang tua yang bercerai, kawin lagi
d. Orang tua terlampau sibuk, acuh
e. Orang tua otoriter
f. Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya
g. Kurangnya kehidupan beragama.
Lingkungan Sekolah
:
a. Sekolah yang kurang disiplin
b. Sekolah terletak dekat tempat hiburan
c. Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa
untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif
d. Adanya murid pengguna NAPZA.
Lingkungan Teman
Sebaya :
a. Berteman dengan penyalahguna
b. Tekanan atau ancaman dari teman.
Lingkungan
Masyrakat / Sosial :
a. Lemahnya penegak hukum
b. Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung.
Faktor – faktor tersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak
menjadi penyalahguna NAPZA. Akan tetapi makin banyak faktor – faktor diatas,
semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA.
- CARA MENGHINDARI DARI ZAT PENYALAHGUNAAN ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTROPIKA
Zat adiktif dan psikotropika akan memberikan manfaat
jika dipakai untuk tujuan yang benar, misalnya untuk tujuan ilmu pengetahuan
dan pelayanan kesehatan. Dalam bidang kedokteran, misalnya satu jenis narkotika
diberikan kepada pasien yang menderita rasa sakit luar biasa karena suatu
penyakit atau setelah menjalani suatu operasi. Contoh lain, satu zat jenis
psikotropika diberikan kepada pasien penderita gangguan jiwa yang sedang
mengamuk dan tak dapat ditenangkan dengan caracara lain. Jika pemakaian zat
adiktif dan psikotropika dipakai di luar tujuan yang benar, itu sudah termasuk
penyalahgunaan dan harus diupayakan pencegahannya.
Penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika sangat berbahaya bagi diri sendiri,
keluarga, maupun kehidupan sosial di sekitar kita. Dampak negatif pemakaian zat
adiktif dan psikotropika pada diri sendiri, yaitu rusaknya sel saraf,
menimbulkan ketergantungan, perubahan tingkah laku, dan menimbulkan penyakit
(jantung, radang lambung dan hati, merusak pankreas, dan berisiko mengidap HIV
positif). Pada dosis yang tidak tepat akan mengakibatkan kematian.
Dalam kehidupan sosial, penyalahgunaan pemakaian zat adiktif dan psikotropika,
di antaranya: sering membuat onar atau perkelahian (misalnya, perkelahian
pelajar), melakukan kejahatan (pencurian dan pemerkosaan), kecelakaan,
timbulnya masalah dalam keluarga, dan mengganggu ketertiban umum.
Kita semua harus berupaya untuk terhindar dari
penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Pencegahan penyalahgunaan zat
adiktif dan psikotropika memerlukan peran bersama antara keluarga, masyarakat,
dan pemerintah.
a. Peran Anggota Keluarga
Setiap anggota keluarga harus saling menjaga agar jangan sampai ada anggota
keluarga yang terlibat dalam penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika.
Kalangan remaja ternyata merupakan kelompok terbesar yang menyalahgunakan
zat-zat tersebut. Oleh karena itu, setiap orang tua memiliki tanggung jawab
membimbing anakanaknya agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan. Karena
ketaqwaan inilah yang akan menjadi perisai ampuh untuk membentengi anak dari
menyalahgunakan obat-obat terlarang dan pengaruh buruk yang mungkin datang dari
lingkungan di luar rumah.
b. Peran Anggota Masyarakat
Kita sebagai anggota masyarakat perlu mendorong peningkatan pengetahuan setiap
anggota masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan obat-obat terlarang. Selain
itu, kita sebagai anggota masyarakat perlu memberi informasi kepada pihak yang
berwajib jika ada pemakai dan pengedar narkoba di lingkungan tempat tinggal.
c. Peran Sekolah
Sekolah perlu memberikan wawasan yang cukup kepada
para siswa tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika bagi diri
pribadi, keluarga, dan orang lain. Selain itu, sekolah perlu mendorong setiap
siswa untuk melaporkan pada pihak sekolah jika ada pemakai atau pengedar zat
adiktif dan psikotropika di lingkungan sekolah. Sekolah perlu memberikan sanksi
yang mendidik untuk setiap siswa yang terbukti menjadi pemakai atau pengedar
narkoba.
d. Peran Pemerintah
Pemerintah berperan mencegah terjadinya penyalahgunaan narkotika dan
psikotropika dengan cara mengeluarkan aturan hukum yang jelas dan tegas. Di
samping itu, setiap penyalahguna, pengedar, pemasok, pengimpor, pembuat, dan
penyimpan narkoba perlu diberikan sanksi atau hukuman yang membuat efek jera
bagi si pelaku dan mencegah yang lain dari kesalahan yang sama.
Indonesia dalam menanggulangi
penyalahgunaan dan peredaran gelap, psikotropika, dan zat adiktif lain, pada
dasarnya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
-) langkah pencegahan untuk mengurangi jumlah permintaan
-) langkah pengendalian dan pengawasan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif
lainnya yang dimanfaatkan untuk pengobatan dan atau bagi kepentingan ilmu
pengetahuan
-) langkah represif pemberantasan jalur perdagangan gelap
-) melakukan upaya penyembuhan/terapi dan rehabilitasi terhadap korban-korban
penyalahgunaan
-) langkah-langkah lain yang mendukung.
UPAYA PENCEGAHAH
Upaya
pencegahan meliputi 3 hal :
1.
Pencegahan primer :
Mengenali remaja resiko tinggi
penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi.
Upaya ini terutama dilakukan untuk
mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi untuk menyalahgunakan NAPZA,
setelah itu melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA.
Upaya pencegahan ini dilakukan sejak
anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak
dapat diatasi dengan baik.
2.
Pencegahan Sekunder :
mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA.
3.
Pencegahan Tersier :
merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA.
Yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga untuk
mencegah penyalahgunaan NAPZA :
1. Mengasuh anak dengan baik :
- Penuh kasih sayang
- Penanaman disiplin yang baik
- Ajarkan membedakan yang baik dan buruk
- Mengembangkan kemandirian, memberi
kebebasan bertanggung jawab
- Mengembangkan harga diri anak,
menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu.
2. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat
Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke rumah.
3. Meluangkan waktu untuk kebersamaan.
4. Orang tua menjadi contoh yang baik.
Orang tua yang merokok akan menjadi contoh yang tidak baik bagi anak.
5. Kembangkan komunikasi yang baik
Komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan jujur, mendengarkan dan menghormati
pendapat anak.
6. Memperkuat kehidupan beragama.
Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral
yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari.
7. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan
anak
Yang dilakukan
di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan NAPZA :
1. Upaya terhadap
siswa :
Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan
akibat penyalahgunaan NAPZA.
Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan
penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di sekolah.
Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan
ketrampilan yang positif untuk tetap menghidari dari pemakaian NAPZA dan
merokok.
Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa
( ekstrakurikuler ).
Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling.Membantu
siswa yang telah menyalahgunakan NAPZA untuk bisa menghentikannya.
Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari –
hari.
2. Upaya untuk
mencegah peredaran NAPZA di sekolah :
Razia dengan cara sidak
Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk
lingkungan sekolah
Melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran
tanpa ijin guru
Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak.
Meningkatkan pengawasan sejak anak itu datang sampai
dengan pulang sekolah.
3. Upaya untuk membina
lingkungan sekolah :
Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat
dengan membina huibungan yang harmonis antara pendidik dan anak didik.
Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah
Sikap keteladanan guru amat penting
Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang
sekolah.
Yang dilakukan di lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahguanaan
NAPZA:
1. Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal, sehingga
masalah yang terjadi di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama- sama.
2. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang
penyalahguanaan NAPZA sehingga masyarakat dapat menyadarinya.
3. Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan
dengan NAPZA.
4. Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam
melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyalahguanaan NAPZA.
UPAYA PENANGGULANGAN
Perkembangan
penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif
lainnya dengan berbagai cara dan dampak lain yang ditimbulkannya, merupakan
masalah besar yang harus dihadapi banyak negara di dunia ini. Negara-negara di
benua Amerika dan Eropa benar-benar merasakan ancaman yang serius bagi umat
manusia. Masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan bahan-bahan
sejenisnya merupakan bahaya bagi umat manusia yang tidak dapat ditanggulangi
secara sepenggal-penggal; tetapi harus merupakan gerakan umat manusia secara
bersama-sama untuk menghadapi umat manusia yang mulai sesat.
Oleh karenanya sejak tahun 1992 PBB telah mencanangkan suatu gerakan ”Kampanye
hidup sehat dan produktif serta menjauhi perbuatan penyalahgunaan Narkotika,
Psikotropika, dan zat adiktif lainnya”. Semua negara anggota PBB diminta untuk
terlibat secara nyata dengan memotovasi orang-orang muda agar merencanakan hari
depannya untuk tujuan hidup yang produktif dan bukan terjebak pada perilaku
penggunaan yang salah obat-obatan berbahaya.
Langkah-langkah penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika,
Psikotropika, dan Zat aiktif lainnya secara regional maupun internasional telah
dilakukan yang dikoordinir oleh badan-badan PBB dengan dukungan dana yang cukup
besar untuk memperkecil kegiatan-kegiatan produksi gelap narkotika,
psikotropika, dan zat adiktif, kegiatan kultivasi narkotika tertentu untuk
memutus mata rantai peredaran gelap dari daerah produsen ke konsumen serta
upaya-upaya yang diarahkan untuk penanganan terhadap korban penyalahgunaan.
Keseimbangan pendekatan kesejahteraan dan aspek-aspek keamanan harus dijadikan
landasan bagi penyelenggaraan upaya-upaya penanggulangan.
pengobatan atau
penanggulangan bagi penderita atau pemakai obat-obat terlarang memerlukan waktu
yang relatif lama, sesuai dengan tingkat ketergantungannya. Ketergantungan akan
obat-obat terlarang berbeda dengan kebiasaan atau kecanduan orang merokok.
Ketergantungan obat terlarang memerlukan para ahli dibidangnya yang akan
memberikan terapi dan pengobatan.
Di Indonesia
telah dibangun wisma-wisma rehabilitasi bagi penderita ketergantungan obat.
Ditempat tersebut tersedia tenaga-tenaga medis maupun non medis profesional
yang dapat memberikan pengobatan dan terapi pada penderita ketergantungan obat.
Kebanyakan penderita ketergantungan obat tidak dapat diobati sendiri dirumah
dengan pengawasan seketat dan sekeras apa pun. Mantan penderita pemakai obat
terlarang perlu mempunyai komunitas yang dapat saling menguatkan, saling
memotivasi dan saling mengingatkan sesama anggotanya
KESIMPULAN
Masalah penyalahguanaan zat adiktif dan psikotropika khususnya pada remaja
adalah ancaman yang sangat mencemaskan bagi keluarga khususnya dan suatu bangsa
pada umumnya. Pengaruh NAPZA sangatlah buruk, baik dari segi kesehatan
pribadinya, maupun dampak sosial yang ditimbulkannya.
Masalah pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukanlah menjadi tugas dari
sekelompok orang saja, melainkan menjadi tugas kita bersama. Upaya pencegahan
penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan sejak dini sangatlah baik, tentunya dengan
pengetahuan yang cukup tentang penanggulangan tersebut.
Peran orang tua dalam keluarga dan juga peran pendidik di sekolah sangatlah
besar bagi pencegahan penaggulangan terhadap NAPZA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar